<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FADHLY.WEB.ID &#187; Cisco</title>
	<atom:link href="http://fadhly.web.id/category/cisco/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fadhly.web.id</link>
	<description>Lembar Catatan dan Dokumen Seorang Newbie</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jul 2010 17:35:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Mengakses Cisco Device</title>
		<link>http://fadhly.web.id/mengakses-cisco-device.fhtml</link>
		<comments>http://fadhly.web.id/mengakses-cisco-device.fhtml#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 00:31:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadhly</dc:creator>
				<category><![CDATA[About IT]]></category>
		<category><![CDATA[Cisco]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhly.web.id/?p=831</guid>
		<description><![CDATA[Perangkat cisco dapat diakses dengan beberapa cara, console connection, telnet atau http. Akan tetapi apabila device dalam kondisi baru dan belum terkonfigurasi maka satu satunya cara untuk mengkonfigurasi device adalah dengan command line internface (CLI). Untuk dapat mengakses cisco device dengan CLI, maka perangkat harus dihubungkan dengan node (computer/laptop) menggunakan calbe crossover. Cable crossover dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fadhly.web.id/wp-content/uploads/2010/03/adminCisco_l_res-copy.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-800" title="adminCisco_l_res copy" src="http://fadhly.web.id/wp-content/uploads/2010/03/adminCisco_l_res-copy-150x121.png" alt="" width="150" height="121" /></a>Perangkat cisco dapat diakses dengan beberapa cara, console connection, telnet atau http. Akan tetapi apabila device dalam kondisi baru dan belum terkonfigurasi maka satu satunya cara untuk mengkonfigurasi device adalah dengan command line internface (CLI). Untuk dapat mengakses cisco device dengan CLI, maka perangkat harus dihubungkan dengan node (computer/laptop) menggunakan calbe crossover.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-831"></span>Cable crossover dengan RG45 dihubungkan ke device cisco (biasanya bagian belakang) dan dihubungkan dengan node di port serial (COM1/COM2).Apabila menggunakan node yang tidak memiliki port serial, dapat menggunakan USB to Serial Converter. Selanjutnya kita harus mengaktifkan aplikasi terminal emulation. Jika menggunakan Windows XP, aktifkan aplikasi HyperTerminal.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila baru pertama kali menggunakannya kita akan diminta menuliskan nama. Isi dengan nama apapun, misal Catalyst Express 2000 lalu pilih icon yang akan digunakan. Pada bagian Connect Using, pilih port serial yang dihubungkan ke console cable (biasanya COM1).</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Muncul jendela Properties, lakukan setting seperti berikut :<br />
a.    Bits Per second    : 9600<br />
b.    Data bits        : 8<br />
c.    Parity        : None<br />
d.    Stop bits        : 1<br />
e.    Flow Control    : None</p>
<p>Selain menggunakan HyperTerminal ada sebuah aplikasi alternatif yang dapat digunakan yaitu PuTTY. PuTTY biasanya digunakan untuk remote console antara linux dan windows, namun di versi PuTTY yang terbaru terdapat fitur terminal emulation dengan port serial</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhly.web.id/mengakses-cisco-device.fhtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal CISCO System</title>
		<link>http://fadhly.web.id/mengenal-cisco.fhtml</link>
		<comments>http://fadhly.web.id/mengenal-cisco.fhtml#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 00:22:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadhly</dc:creator>
				<category><![CDATA[About IT]]></category>
		<category><![CDATA[Cisco]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhly.web.id/?p=828</guid>
		<description><![CDATA[Cisco System adalah sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1984 oleh dua orang eks-staff Standford University bernama Leonard Bosack dan Sandy K. Lerner. Bisnis utama Cisco meliputi berbagai perangkat internetworking seperti, router, bridge, hub dan switch. Awal mulanya staff Stanford University melakukan riset dan bekerja untuk tujuan ilmiah dan pendidikan, kemudian dua orang staff bernam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fadhly.web.id/wp-content/uploads/2010/03/adminCisco_l_res-copy.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-800" title="adminCisco_l_res copy" src="http://fadhly.web.id/wp-content/uploads/2010/03/adminCisco_l_res-copy-150x121.png" alt="" width="150" height="121" /></a>Cisco System adalah sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1984 oleh dua orang eks-staff Standford University bernama Leonard Bosack dan Sandy K. Lerner. Bisnis utama Cisco meliputi berbagai perangkat internetworking seperti, router, bridge, hub dan switch.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-828"></span>Awal mulanya staff Stanford University melakukan riset dan bekerja untuk tujuan ilmiah dan pendidikan, kemudian dua orang staff bernam Leonard Bosack dan Sandy K. Lerner menginvestasikan dana pribadi untuk mengembangkan multiprotokol router yang ditanamkan dalam pernagkat keras dan diberi label cisco.</p>
<p style="text-align: justify;">CISCO Internetwork Operating System (IOS) adalah nama sistem operasi yang digunakan pada perangkat router dan switch buatan Cisco. IOS merupakan sistem operasi multitasking yang menyediakan fungsi-fungsi routing, switching internetworking dan telekomunikasi. Cisco IOS menyediakan command line interface (CLI) dan sekumpulan perintah standar.</p>
<p style="text-align: justify;">Cisco tidak hanya membuat perangkat jaringan komputer. Namun juga menyediakan program pendidikan yang disebut Cisco Networking Academy. Tujuan utama dari program pendidikan tersebut yaitu untuk menghasilkan tenaga profesional yang memahami jaringan komputer secara teori maupun praktek. Khususnya memahami bagaimana menggunakan perangkat networking buatan Cisco, mampu menganalisis dan menyelesaikan berbagai persoalan seputar jaringan komputer</p>
<p style="text-align: justify;">Cisco menyediakan sertifikat bagi siswa yang sudah menyelesaikan studi di Cisco Networking Academy. Pada awalnya hanya ada sebuah spesifikasi saja yaitu CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert). Karena tinggat kesulitan yang cukup tinggi maka Cisco Membuat track pendidikan yang lebih umum :</p>
<ul>
<li>Associate : CCNA (Cisco Certified Network Associate)</li>
<li>Professional : CCNP (Cisco Certified Network Professional)</li>
<li>Expert : CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert)</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhly.web.id/mengenal-cisco.fhtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setting Cisco Switch As Trunking (VTP Client)</title>
		<link>http://fadhly.web.id/setting-cisco-switch-as-trunking-vtp-client.fhtml</link>
		<comments>http://fadhly.web.id/setting-cisco-switch-as-trunking-vtp-client.fhtml#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 16:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadhly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cisco]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhly.web.id/?p=765</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini saya bersama tim network di Gedung Ilmu Komputer setting switch CISCO 2960G sebagai VTP client ke Cisco pusat. Cisco 2960 ini akan di setting untuk trunking ke cisco pusat dengan vlan dan DHCP yang sudah di atur dari cisco pusat. Stepnya tidak terlalu rumit, diasumsikan untuk setting standar cisco (seperti, hostname, domainname, password, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fadhly.web.id/wp-content/uploads/2010/03/adminCisco_l_res-copy.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-800" title="adminCisco_l_res copy" src="http://fadhly.web.id/wp-content/uploads/2010/03/adminCisco_l_res-copy-150x121.png" alt="" width="150" height="121" /></a>Malam ini saya bersama tim network di Gedung Ilmu Komputer setting switch CISCO 2960G sebagai VTP client ke Cisco pusat. Cisco 2960 ini akan di setting untuk trunking ke cisco pusat dengan vlan dan DHCP yang sudah di atur dari cisco pusat. Stepnya tidak terlalu rumit, diasumsikan untuk setting standar cisco (seperti, hostname, domainname, password, dll) sudah bisa. Pertama sekali yang harus diperhatikan adalah cek kabel console dan koneksi ke cisco pusat di pasang di module fiber optik atau Gigabit Ethernet nya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-765"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Langkah langkah selanjutnya menggunakan PuTTY dan mengetik perintah-perintah berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">Konfigurasi Interface Gigabit Sebagai Trunk ke Cisco Pusat</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">cisco&gt; enable<br />
cisco# configure terminal<br />
cisco(config)# interface GigabitEthernet 0/1<br />
cisco(if-config)# switchport mode trunk<br />
cisco(if-cofnig)# exit<br />
cisco(config)#</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Konfigurasi VTP Client</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">cisco(config)# vtp mode client<br />
cisco(config)# vtp domain upi.edu<br />
cisco(config)# show vtp status<br />
cisco(config)# show vlan</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Konfigurasi Vlan1 (tanpa ip) dan Vlan507 (dengan block ip cisco pusat)</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">cisco(config)# interface Vlan1<br />
cisco(if-config)# no ip address<br />
cisco(if-config)# no ip route-cache<br />
cisco(if-config)# shutdown<br />
cisco(if-config)# exit</p>
<p style="text-align: justify;">cisco(config)# interface Vlan507<br />
cisco(if-config)# ip address 192.168.0.180 255.255.255.240<br />
cisco(if-config)# exit<br />
cisco(config)# ping 192.168.0.1</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Assigning Port untuk Vlan</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">cisco(config)# interface FastEthernet 0/1<br />
cisco(if-config)# switchport access vlan 241<br />
cisco(if-config)# exit<br />
cisco(config)# interface FastEthernet 0/2<br />
cisco(if-config)# switchport access vlan 242<br />
cisco(if-config)# exit<br />
cisco(config)# interface FastEthernet 0/3<br />
cisco(if-config)# switchport access vlan 243<br />
cisco(if-config)# exit<br />
cisco(config)#exit<br />
cisco# exit<br />
cisco&gt; exit</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Selesai.. Lakukan testing dari client dengan vlan yang sesuai.. <img src='http://fadhly.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  semoga bermanfaat <img src='http://fadhly.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhly.web.id/setting-cisco-switch-as-trunking-vtp-client.fhtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setting Cisco Access Point (AP1242AG)</title>
		<link>http://fadhly.web.id/setting-cisco-access-point-ap1242ag.fhtml</link>
		<comments>http://fadhly.web.id/setting-cisco-access-point-ap1242ag.fhtml#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 06:19:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadhly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cisco]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhly.web.id/?p=742</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya bersama teman saya a_onic mengkonfigurasi Access Point baru dengan merk cisco AP1242AG. Access point ini akan di konfigurasi tanpa DHCP server dan Vlan didalamnya. Konfigurasi standar Access Point Biasa saja, Client diberikan IP dari DHCP server dibelakang AP tersebut. By default AP ini tidak terkonfigurasi IP dan Radio Off. Jadi kita akan menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fadhly.web.id/wp-content/uploads/2010/03/adminCisco_l_res-copy.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-800" title="adminCisco_l_res copy" src="http://fadhly.web.id/wp-content/uploads/2010/03/adminCisco_l_res-copy-150x121.png" alt="" width="150" height="121" /></a>Kemarin saya bersama teman saya a_onic mengkonfigurasi Access Point baru dengan merk cisco AP1242AG. Access point ini akan di konfigurasi tanpa DHCP server dan Vlan didalamnya. Konfigurasi standar Access Point Biasa saja, Client diberikan IP dari DHCP server dibelakang AP tersebut. By default AP ini tidak terkonfigurasi IP dan Radio Off. Jadi kita akan menggunakan port serial dengan kabel console. Oke Langsung aja, langkahnya sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-742"></span>Koneksikan kabel konsole ke device dan port serial di komputer.</p>
<p style="text-align: justify;">Nyalakan power dan sambungkan ke Access Point</p>
<p style="text-align: justify;">Buka aplikasi PuTTY dan koneksi ke device, pilih type koneksinya seriall.</p>
<p style="text-align: justify;">Tekan enter dan kita akan masuk ke konsole dari AP</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">ap&gt;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Masuk ke mode administrator, ketik perintah :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">ap&gt; enable &lt;&#8211; pasword defaultnya : Cisco<br />
ap#</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Masuk ke configurasi terminal, ketik perintah :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">ap# configure terminal<br />
ap(config)#</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Setting hostname dari AP tersebut, ketik perintah:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">ap(config)# hostname nama_hostnya<br />
ap(config)# hostname ITTELKOM-AP1242AG &lt;&#8212;&#8211; contoh</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Setting domainname dari AP tersebut, ketik perintah:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">ap(config)# ip domain name nama_domain<br />
ap(config)# ip domain name UPI.EDu &lt;&#8212;&#8211; contoh</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Setting Wireless (Radio nya) , ketik perintah :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">ap(config)# interface Dot11Radio 0<br />
ap(config)# no ip address<br />
ap(config)# no ip route-cache<br />
ap(config)# ssid ITTelkom-Outdoor<br />
ap(config)# exit</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Setting IP lan nya supaya bisa di remote, ketik perintah:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">ap# configure terminal<br />
ap(config)# interface BVI 1<br />
ap(config)# ip address 192.168.220.5 255.255.255.0<br />
ap(config)# no ip route-cache<br />
ap(config)# exit</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Setting gateway dari device, ketik perintah :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">ap# configure terminal<br />
ap(config)# ip default-gateway 192.168.220.1<br />
ap(config)# exit</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ganti password administrator, ketik perintah ;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">ap# configure terminal<br />
ap(config)# enable password &#8220;passwordnya&#8221;<br />
ap(config)# enable secret 0 &#8220;passwordnya&#8221;<br />
ap(config)# exit</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Selesai, restart device, ketik perintah :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">ap# reload</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya device ini juga sudah berbasis web, setelah konfig IP selesai, kita bisa akses lewat browser (disarankan IE). Login menggunakan username dan password yang udah di setting.</p>
<p style="text-align: justify;">Defaul dari cisco :<br />
Username : Cisco<br />
Password : Cisco</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga sukses <img src='http://fadhly.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhly.web.id/setting-cisco-access-point-ap1242ag.fhtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perintah Dasar Konfigurasi Cisco</title>
		<link>http://fadhly.web.id/perintah-dasar-cisco.fhtml</link>
		<comments>http://fadhly.web.id/perintah-dasar-cisco.fhtml#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 23:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadhly</dc:creator>
				<category><![CDATA[About IT]]></category>
		<category><![CDATA[Cisco]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadhly.web.id/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung tulisan yang sebelumnya, kali ini akan dijabarkan perintah perintah dasar cisco yang didapat dari  hasil searching di internet. Perintah perintah ini belum saya testing hanya saja dijadikan dokumentasi saja, karena cisco yang kita punya sudah terconfigure, kalau mau di oprek-oprek nanti kalau justru jadi ga nyambung kan kacau. Oke langsung aja deh, berikut perintah-perintah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://fadhly.web.id/wp-content/uploads/2010/03/adminCisco_l_res-copy.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-800" title="adminCisco_l_res copy" src="http://fadhly.web.id/wp-content/uploads/2010/03/adminCisco_l_res-copy-150x121.png" alt="" width="150" height="121" /></a>Menyambung tulisan yang sebelumnya, kali ini akan dijabarkan perintah perintah dasar cisco yang didapat dari  hasil searching di internet. Perintah perintah ini belum saya testing hanya saja dijadikan dokumentasi saja, karena cisco yang kita punya sudah terconfigure, kalau mau di oprek-oprek nanti kalau justru jadi ga nyambung kan kacau. <img src='http://fadhly.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Oke langsung aja deh, berikut perintah-perintah dasar dari cisco yang sering digunakan untuk configure cisco switch.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-703"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="file:///C:/DOCUME%7E1/clinkz/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Setting Host Name</strong><br />
router&gt;enable<br />
router#configure terminal<br />
router(config)#hostname nama-host</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Setting Hostname bertujuan untuk memberi identitas pada Catalyst. Jika kita bermain di jaringan besar seperti LAN, atau bahkan WAN, tentu Catalyst yang digunakan bukan satu atau dua unit, tapi bisa mencapai puluhan bahkan ratusan unit. Hal ini tentu membingungkan jika semua Catalyst memiliki nama yang sama. Untuk itu, diberikanlah nama pada Catalyst agar masing-masing memiliki identitas yang unix.</p>
<p style="text-align: justify;">Sama seperti setting password sebelumnya, untuk bisa men-setting hostname, maka kita harus masuk ke Privileged EXEC Mode. Selanjutnya, ketikkan perintah “hostname nama-host”.</p>
<p style="text-align: justify;">router&gt;enable<br />
router#configure terminal<br />
router(config)#hostname Router-Ged-A<br />
Perintah “hostname Router-Ged-A” diatas berarti menamakan Catalyst dengan nama “Router-Ged-A”.</p>
<p style="text-align: justify;">Router-Ged-A(config)#<br />
Ini adalah tampilan yang akan dihasilkan ketika selesai mengetikkan “hostname Router-Ged-A” dan menekan enter. Terlihat bahwa Catalyst tidak lagi menggunakan nama default-nya, tetapi sudah menggunakan nama lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Tips : Untuk pemberian nama, sesuaikan dengan tempat meletakkan Catalyst tersebut. Misal, Catalyst akan diletakkan pada gedung B lantai 8, maka nama yang mudah untuk pemeliharaannya adalah “Cisco-Ged-B-8&#8243;.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Setting Vlan</strong><br />
router&gt;enable<br />
router#configure terminal<br />
router(config)#vlan nomor-vlan<br />
router(config-vlan)#name nama-vlan</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Setting IP Address pada Vlan<br />
</strong>router&gt;enable<br />
router#configure terminal<br />
router(config)#interface vlan 1<br />
router(config-if)#ip address address mask<br />
router(config-if)#no shutdown</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Setting Deskripsi pada Port</strong><br />
router&gt;enable<br />
router#configure terminal<br />
router(config)#interface nama-port<br />
router(config-if)#description “Uplink ke PPSI”<br />
router(config-if)#end</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya Anda bayangkan dulu. Kalo ada 100 Catalyst pada sebuah jaringan besar, dan tiap Catalyst mempunyai 12 sampai 24 port, maka kalau dijumlah ada sekitar 1200 sampai 2400 port. Hmm&#8230; Tentunya sangat sulit menghafal satu-persatu port-port Catalyst tersebut. Agar mudah untuk me-manage, di tiap port diberikan identitas agar tidak tertukar. Lantas, bagaimana cara konfigurasi untuk memberi nama masing-masing port. Berikut perintahnya :</p>
<p style="text-align: justify;">router#configure terminal<br />
router(config)#interface fa0/1<br />
Untuk bisa mengakses sebuah port, perintah yang dipakai adalah “interface nama-port”. Misal “interface fa0/1? berarti mengakses interface Fast Ethernet port ke 1. Setelah memasukkan perintah ini, maka user akan berada pada area Fast Ethernet 1 — hal ini berlaku untuk port lainnya, seperti Gigabit, sesuai akses yang diinginkan.</p>
<p style="text-align: justify;">router(config-if)#description “Uplink ke Provider”<br />
Perintah ini bertujuan memberikan deskripsi ke sebuah port, yakni dengan mengetikkan “description deskripsi-port”. Misalnya, perintah “description Uplink ke Provider”, berarti deskripsi untuk port ini adalah “Uplink ke Provider”. Karakter maksimal untuk deskripsi ini adalah sebanyak 85 karakter (maaf, saya agak lupa maksimal berapa karakter, tapi kalau tidak salah 85).</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Setting IP Gateway</strong><br />
router&gt;enable<br />
router#configure terminal<br />
router(config)#ip default-gateway address</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Untuk bisa menyetting IP Gateway pada Catalyst, konfigurasi yang harus dituliskan adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">router#configure terminal<br />
router(config)#ip default-gateway 192.168.70.1<br />
Ketikkan perintah “ip default-gateway alamat-gatewaynya”. Misalnya, kita ingin memberikan gateway 192.168.70.1, maka perintah yang harus diketikkan adalah “ip default-gateway 192.168.70.1“. Jika konfigurasi ini terlupa tidak dituliskan, maka catalyst tidak akan bisa &#8216;berjalan&#8217;, karena tidak ada &#8216;sumber&#8217; acuan untuk jalur internet.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Setting Port-Speed dan Link-Mode</strong><br />
router#configure terminal<br />
router(config)#interface nama-port<br />
router(config-if)#speed 100<br />
router(config-if)#duplex full</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">router(config)#interface nama-port<br />
Perintah “interface nama-port” sebenarnya sudah dibahas diatas, tetapi disini saya mengingatkan kembali bahwa perintah ini adalah untuk masuk ke suatu interface port tertentu yang dikehendaki. Misalnya interface Fast Ethernet, Serial atau Gigabit.</p>
<p>router(config-if)#speed 100<br />
Perintah ini digunakan untuk menyeting secara permanent kecepatan maksimum yang bisa di-handle oleh Catalyst. Penyetingan ini berdasarkan kebutuhan yang ada pada suatu jaringan. Selain itu, juga bisa didasarkan pada perangkat lainnya, dalam hal ini misalnya “Converter”.</p>
<p>Sebelumnya saya jelaskan sedikit, converter yang kita bahas sekarang adalah satu alat yang bisa mengubah sinyal dari sinyal cahaya ke dalam sinyal digital dan sebaliknya, dari sinyal digital ke cahaya (untuk diteruskan ke dan dari fiber optik). Lihat gambar disamping. Converter memiliki nilai kerja yang berbeda-beda. Ada yang hanya mampu sampai 10 Mbps, ada yang sampai 100 Mbps. Hal ini tergantung converter tersebut.</p>
<p>Jika converter memiliki nilai kerja 100 Mbps, maka kita bisa mensetnya menjadi 100 pada konfigurasi speed catalyst. Jika converter 10 Mbps, maka kita bisa mensetnya menjadi 10. Sebenarnya, catalyst bisa secara otomatis mendeteksi speed dari Converter dan menyesuaikan diri. Namun, terkadang hal ini dibutuhkan jika memang kedua titik hubungan dikonfigurasi seperti itu.</p>
<p>router(config-if)#duplex full<br />
Perintah ini untuk membuat sebuah catalyst bekerja menjadi sistem duplex (dua arah).</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">router#configure terminal<br />
router(config)#interface nama-port<br />
router(config-if)#switchport mode access<br />
router(config-if)#switchport access vlan nama-vlan</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pada mode ini, user dapat melakukan setting vlan untuk jalur broadcast domain hanya satu vlan (tentang vlan insya Alloh saya bahas dalam tulisan tersendiri). Hal ini berguna misalnya untuk pengetesan jaringan lewat Catalyst langsung ke PC, yang membutuhkan sebuah mode Access. Atau juga koneksi ke HUB yang akan berjalan hanya jika mode dalam keadaan access. Perintah yang dimasukkan adalah sebagai berikut :</p>
<p>router(config-if)#switchport mode access<br />
Perintah ini untuk menyetting port tertentu menjadi ber-mode access. Karena bermode access, maka hanya satu vlan yang bisa dideskripsikan pada port ini.</p>
<p>router(config-if)#switchport access vlan nama-vlan<br />
Perintah ini untuk mendeskripsikan satu vlan tertentu yang bisa diakses melalui port yang sedang di konfigurasi ini. Misalnya, kita akan mendeskripsikan vlan 200, maka perintahnya adalah “switchport access vlan 200“.</p>
<p>router(config-if)#no shutdown<br />
Jangan lupa mengetikkan perintah ini. Karena jika tidak, interface yang telah di konfigurasi akan tetap dianggap masih shutdown.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">router#configure terminal<br />
router(config)#interface nama-port<br />
router(config-if)#switchport mode trunk<br />
router(config-if)#switchport trunk allowed vlan nama-vlan</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pada mode ini, dalam satu port user bisa mendefinisikan lebih dari satu vlan. Hal ini berguna misalnya untuk koneksi antar Catalyst, yang memang melewatkan vlan dari satu LAN ke LAN lainnya. Berikut perintah yang harus dimasukkan.</p>
<p>router(config-if)#switchport mode trunk<br />
Perintah ini untuk menyetting port tertentu menjadi ber-mode trunk. Karena bermode trunk, maka pada port dapat didefinisikan banyak vlan.</p>
<p>router(config-if)#switchport trunk allowed vlan nama-vlan<br />
Perintah ini untuk mendeskripsikan vlan-vlan apa saja yang akan dilewatkan dalam port tersebut. Misalnya, kita akan melewatkan vlan 200 sampai vlan 204 dan vlan 500 sampai vlan 507,maka perintahnya adalah “switchport trunk allowed vlan 200-204,500-507“.</p>
<p>Jadi, ketika kita ingin mengkonfigurasi sebuah Catalyst pada port 10 yang akan melewatkan vlan 200 sampai 340, dengan speed 100 dan duplex full, perintah yang kita ketikkan adalah sebagai berikut :</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Setting Line VTY</strong><br />
router#configure terminal<br />
router(config)#line vty 0 4<br />
router(config-line)#login<br />
router(config-line)#password password</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Line vty itu adalah jalur yang digunakan untuk mengakses Catalyst dari jarak jauh. Ketika bermain di jaringan besar, tentunya sulit mendatangi satu persatu catalyst untuk dicek keadaannya, penambahan konfigurasi yang dibutuhkan dan lain sebagainya. Untuk itulah, diperlukan jalur yang khusus digunakan untuk melakukan hal ini. Dan itulah line vty.</p>
<p>Penyetingannya adalah sebagai berikut :</p>
<p>router#configure terminal<br />
router(config)#line vty 0 4<br />
Perintah ini untuk masuk ke line vty 0 sampai 4 (artinya jalur/terminal ke 0 sampai ke 4).</p>
<p>router(config-line)#login<br />
Perintah ini dituliskan agar admin jaringan bisa masuk atau login ke dalam catalyst melalui jarak jauh (misalnya telnet). Jika perintah ini tidak atau lupa ditulis, maka admin tidak akan bisa mengakses sama sekali melalui jarak jauh.</p>
<p>router(config-line)#password M@sihContoh<br />
Sebuah password diperlukan untuk melindungi catalyst saat diakses dari jarak jauh. Jika tiga kali salah memasukkan, maka koneksi akan diputus.</p>
<p>Perintahnya ada sedikit perbedaan dengan pemberian password yang lalu, yakni tidak perlu mengetikkan “enable”, tapi cukup “password isi-password”. “M@sihContoh” adalah password yang harus dimasukkan saat user ingin mengakses catalyst dari jarak jauh tersebut.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Setting Line Con 0</strong><br />
router#configure terminal<br />
router(config)#line con 0<br />
router(config-line)#login<br />
router(config-line)#password password</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sama seperti line vty, line con 0 juga merupakan jalur yang digunakan untuk mengakses catalyst. Perbedaannya adalah, kalau line vty untuk jarak jauh, maka line con 0 adalah koneksi melalui Console. Jadi, langsung pada catalystnya. Semua konfigurasi catalyst pertama kali dilakukan lewat port Console ini.</p>
<p>router#configure terminal<br />
router(config)#line con 0<br />
Perintah ini digunakan untuk mengakses line con 0.</p>
<p>router(config-line)#login<br />
Perintah ini harus dituliskan agar password menjadi aktif. Jika perintah ini tidak dituliskan, pada saat user mengakses catalyst lewat console, maka akses akan langsung masuk ke Privileged Mode, walaupun password sudah disetting.</p>
<p>router(config-line)#password isi- password<br />
Perintah ini tentunya sudah jelas sekali yaitu untuk mendefinisikan password pada line con 0, sehingga setiap user yang ingin mengakses catalyst melalui console akan dimintai password terlebih dahulu. Hal ini untuk melindungi catalyst dari akses yang tidak berhak. Karena biasanya, catalyst ditempatkan pada daerah yang jauh dari jangkauan admin jaringan. Bisa saja, orang yang berada dekat dengan catalyst tersebut ingin mencoba mengakses lewat console. Password melindungi catalyst dari hal tersebut.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Melihat Semua Konfigurasi</strong><br />
router#show running-config</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Menghapus Semua Konfigurasi</strong><br />
router#erase startup-config<br />
router#dir<br />
router#delete flash:vlan.dat<br />
router#dir<br />
router#reload</p>
<p style="text-align: justify;">Thanks to Rusdiant, Semoga bermanfaat.. <img src='http://fadhly.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadhly.web.id/perintah-dasar-cisco.fhtml/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
