Network Management Standard TMN

About IT, Networking
Salah satu lembaga yang mengeluarkan standar network management adalah ITU-T (International Telecommunication Union). Proyek ITU-T yang berkaitan dengan NGN adalah "NGN 2004 Project". Target dari "NGN 2004 Project" adalah memberikan rekomendasi untuk teknologi NGN, khususnya dalam memberikan petunjuk dan stardard implementasi NGN berdasarkan konsep GII (Global Information Infrastructure). Dalam NGN, ITU-T memperkenalkan fungsi manajemen TMN yang terdiri dari 5 manajemen area : Performance management fungsi untuk mengevaluasi dan melaporkan performansi pada peralatan telekomunikasi dan efektivitas dari elemen jaringan. Terdiri dari beberapa kelompok fungsi: Performance quality assurance Performance monitoring Performance control Performance analysis Fault Management set fungsi yang memungkinkan deteksi, isolasi dan koreksi operasi abnormal dari jaringan telekomunikasi dan lingkungannya. Kelompok fungsi nya : RAS (Realibility, Availibility, Survivalibility) Quality Insurance Surveillance Alarm Fault Localization Fault Correction Testing Trouble Administration Configuration Management…
Read More

Next Generation Network (NGN)

About IT, Networking
Next Generation Network (NGN) adalah teknologi telekomunikasi masa datang yang sebetulnya sudah mulai di dengungkan sejak tahun 2000-an awal. Para pembuat peralatan telekomunikasi besar seperti Siemens, Ericsson, Nortel, Bell dll, telah berjasa membangun teknologi telekomunikasi dunia sampai teknologi terakhir yang sedang marak yaitu 3G. Bagi yang pernah merasakan 3G di Indonesia, maka kecepatan rata-rata-nya sekitar 500Kbps kecuali jika anda cukup dekat dengan Base Station atau peralatan HSDPA mungkin bisa 2Mbps atau lebih. Teknologi Next Generation Network (NGN) merupakan teknologi yang berbeda dengan teknologi 3G maupun turunannya. Teknologi NGN ini merupakan teknologi yang berbasis Internet. Pada masa lalu, kita lebih mengenal teknologi NGN sebagai VoIP atau Internet Telepon. Memang baru belakangan ini kemampuan untuk membuat jasa selular bisa berjalan di jaringan NGN dengan mulai di implementasikan-nya standard IEEE 802.16e yang di…
Read More

Langkah Langkah Mendesain Supernet

About IT, Networking
Menyambung posting terakhir saya tentang subnet, sekarang saya lanjutkan dengan superneting. supernet merupakan kebalikan dari subnet yaitu menggabungkan beberapa sub-network menjadi sebuah network yang memiliki range address lebih besar. Supernet biasanya menggabungkan sub-network/network pada kelas C bukan kelas A dan B. kenapa?? karena range address pada kelas A dan B sudah cukup besar. Untuk mendesain supernet ada beberapak kondisi yang harus dipenuhi terlebih dahulu, antara lain : Jumlah block network kecil yang ingin kita buat supernet (digabungkan) harus perpangkatan dua. misalnya 2, 4, 8, 16, 32 dst. jadi kita tidak bisa membuat supernet kalau hanya memiliki 3 network. :) Block address yang akan kita bikin supernet harus berurutan, tidak loncat loncat. misalnya : 192.168.32.0 , 192.168.33.0 , 192.168.34.0 , 192.168.35.0 (berurutan mulai dari 32, 33, 34, 35 tidak boleh lompat…
Read More
Langkah Langkah Mendesain Subnet

Langkah Langkah Mendesain Subnet

About IT, Networking
Berdasarkan pengalaman mengajar mata kuliah jaringan komputer, sub-bab yang dirasakan sulit oleh mahasiswa adalah tentang subnet dan supernet. Kemungkinan besar dari mahasiswa kesulitan mendapatkan penjelasan karena sangat teoritis. untuk itu saya mencoba menjelaskan dengan singkat dan menggunakan contoh kasus. Subnet Seperti yang diketahui bahwa fungsi subnet adalah untuk memecah sebuah network besar menjadi beberapa sub-network yang lebih kecil dan memiliki range address tersendiri. Ingat kembali bahwa pada sebuah IP adress ada dua struktu didalamnya yaitu NetID dan HostID. Subnet akan menambahkan binary pada default mask agar range address menjadi lebih kecil. oke, sebelum masuk ke subnet dan supernet mari kita refresh sedikit dengan contoh berikut: Diberikan sebuah alamat jaringan : 192.158.74.0 Artinya, jaringan tersebut termasuk pada kelas (c) yang default mask nya adalah 255.255.255.0 dan memiliki range dari 0-255 Kita…
Read More

Subnetting (Romi Satria Wahono)

About IT, Networking
*Penghitungan Subnetting, Siapa Takut? Setelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut? dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast. Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan…
Read More