Welcome to My Personal Blog

Pengurusan Paspor di Pekanbaru

Paspor merupakan dokumen yang wajib dimiliki jika kita hendak berpergian keluar negri. Ada dua dokumen yang perlu disiapkan ketika berpergian keluar negri, yaitu paspor dan visa. Tapi bagi negara asean hanya paspor yang wajib dimiliki karena asean bagi indonesia adalah negara bebas visa. Hal ini menjadi bagian dari perjanjian negara negara asean.

Paspor wajib dimiliki bagi siapapun yang berpergian keluar negri, baik dewasa, anak-anak bahkan balita sekalipun. Karena saya dan keluarga ada rencana akan berpergian maka saya harus mengurus paspor bagi si-kecil, disamping itu paspor saya pun sudah akan kadaluarsa. Jadi ada dua jenis paspor yang akan dibuat, paspor baru buat anak dan penggantian paspor buat saya sendiri.

Oke, untuk pengurusan paspor sebenarnya dulu sudah bisa dilakukan melalui pendaftaran online, namun entah apa yang terjadi pendaftaran dan sistem online tersebut tidak dapat diakses sejak awal tahun lalu. Jadi saya harus mengurus secara offline, langsung ke kantor imigrasi. Syarat sayarat yang diperlukan adalah sebagai berikut

Pembuatan paspor baru anak :

  • ktp orang tua (ayah/ibu)
  • kartu keluarga
  • akte kelahiran

Penggantian paspor

  • paspor lama
  • ktp elektronik

fyi, istilah memperpanjang paspor tidak ada namun penggantian paspor (saya juga tidak tahu alasannya). semua persyaratan tersebut dibutuhkan fotocopy nya (bawa juga aslinya) dan semuanya dalam format A4. jadi kalau fotocopy KTP jangan dipotong, tapi fotocopy dengan selembar kertas A4 itu depan dan belakangnya sekaligus.

Step yang dilakukan cukup mudah, dan untuk hal ini saya acungkan jempol pada sistem imigrasi pekanbaru. Pertama datang kita tepat didepan pintu langsung ada petugas yang menyambut dan langsung menanyakan keperluan kita, disaat ini semua persyaratan kita dicek. jika ada syarat yang belum lengkap, maka kita diminta untuk melengkapi terlebih dahulu. Jika sudah lengkap, maka petugas tersebut akan memberikan kita nomor antrian.

Begitu masuk langsung diarahkan untuk duduk dan ditunggu panggilan dari nomor antriannya, sekali lagi berkas kita di cek, dan kemudian diberikan map khusus imigrasi. semua file dan berkas kita dimasukkan kedalam map tersebut, dan diberikan formulir serta nomor antrian untuk proses foto.

Hal berikutnya yang mesti dilakukan adalah mengisi formulir dengan lengkap, jika untuk anak maka isian hanya perlu beberapa saja, dan data lain yang tidak dimiliki anak (termasuk ttd) dilakukan oleh orangtuanya. Sambil mengisi, kita sambil menunggu dipanggil untuk proses foto.

Ketikan nomor antrian foto sudah dipanggil maka kita akan diberitahu menuju ke counter berapa, melaukan sedikit wawancara (ingin berangkat kemana, keperluan apa, dsb) lalu berfoto. Untuk anak, karena foto harus jelas maka berfoto harus tenang (kalau perlu, digendong). Setelah selesai foto maka kita akan diberikan sebuah slip pembayaran.

Pembayaran sesuai dengan peraturan pemerintah, nominalnya 355rb untuk paspor biasa 48h. pembayaran dilakukan ke bank, atau via ATM, atau via mbank/ibank. jadi tidak ada proses pembayaran yang dilakukan dikantor imigrasi tersebut. Petunjuk pembayaran pun dapat dengan mudah kita lihat di kantor tersebut.

Step terakhir adalah pengambilan paspor, paspor dapat diambil 3 hari setelah proses kita pembayaran. jadi jika membayar langsung pada hari itu juga, 3 hari kerja berikutnya paspor sudah dapat diambil. Untuk pengambilan kita datang kembali ke kantor imigrasi dengan membawa slip pembayaran dan bukti pembayaran (bukti setor, bukti atm/ibank). Setelah menyerahkan bukti pembayaran, paspor kita akan dicari dan diminta ttd bukti pengambilan dan fotocopy 1 lembar halaman pertama untuk dikembalikan ke kantor imigrasi.

Cukup mudah bukan untuk pengurusannya? sayang sekali saya harus bolak balik 2 kali mengurus karena yang pertama hanya bisa untuk pembuatan baru paspor anak, sedangkan untuk penggantian paspor saya tidak bisa dilakukan karena KTP saya bukan elektronik. Agak sulit diterima sebenarnya, karena bukan kesalahan kita namun kita yang repot karena e-ktp ini.

Namun jangan takut, jika tidak punya E-KTP kita bisa meminta surat keterangan dari Catatan Sipil seperti pada gambar. Demikian yang bisa saya share, semoga bermanfaat. Kalau ada yang mau ditanya atau share hal lain seputar ini silahkan tinggalkan komentar 🙂

One Comment

Tinggalkan Komentar