Sistem Diskless dengan LTSP Ubuntu

Salam semuanya sudah beberapa bulan saya tinggalkan blog karena kesibukan dan kegalauan, kali ini saya mau share tentang LTSP (Linux Terminal Server Project). LTSP digunkan untuk membuat sebuah sistem komputer tanpa hardisk dengan load sistem operasi dari server. Jauh sebelum ini saya sudah pernah membuat sistem LTSP dengan teman saya yang mengmbil topik skripsi ini (ardi) sekitar tahun 2009, dan saya sudah punya dua post di blog ini tentang LTSP (silahkan search aja). Nah kali ini bedanya menggunakan platform ubuntu terbaru 12.10 dan lebih lengkap.

Saya kembali penasaran dan ngoprek LTSP karena ada Tugas Akhir mahasiswa bimbingan saya yang mengangkat LTSP dengan integrasi ke sistem lain.Oke langsung aja yan biar ga panjang mukadimahnya, kali ini saya menggunakan ubuntu desktop (bukan versi server) karena versi server khsusnya LTS bisa langsung install LTSP pada saat installasi OS. Asusmsi nya sebagai berikut:

  1. Networking sudah di desain (switch, kabel dll)
  2. Client tanpa hardisk dapat boot dengan Ethernet (LAN)
  3. Installasi Ubuntu yang akan dijadikan server LTSP sudah ada
  4. Server terkoneksi dengan internet dan apt source sudah terkonfigurasi untuk install paket.

Kalau sudah siap, pasang headset dan buka amarok/audacious (putar lagu biar semangat). Hal pertama yang dilakukan adalah install paket LTSP dan dependency yang diperlukan:

[spoiler intro=”Command” title=”Installasi Paket”]

sudo apt-get update
sudo apt-get instal dnsmasq ltsp-server-standalone ltsp-client ldm-ubuntu-theme

[/spoiler]

Tunggu sampai installasi selesai, kalau internet nya lembat bisa sambil minum kopi. 😀 kalau sudah beres tahap selanjutnya adalah membuat konfigurasi dnsmasq yang akan kita pakai sebagai dhcp-server dan tftpboot. Sebenarnya kita bisa pakai dua paket (dnsmasq / isc-dhcp-server) boleh yang mana aja, tapi kali ini saya jelaskan yang menggunakan dnsmasq aja karena lebih ringan.

[spoiler intro=”Command” title=”Konfigurasi DNSmasq”]

ltsp-config dnsmasq
echo 'IPAPPEND=3' >> /etc/ltsp/update-kernels.conf
/usr/share/ltsp/update-kernels

[/spoiler]

Oke, kalau sudah konfigurasi cek file nya di /etc/dnsmasq.conf . Pastikan ada baris berikut, kalau belum ada tambahkan saja di paling bawah.

[spoiler intro=”Editing” title=”Isi Konfigurasi DNSmasq”]

dhcp-range=192.168.1.101,192.168.1.150,255.255.255.0,24h
dhcp-host=00:e0:61:0a:49:90,banana,192.168.1.51
dhcp-authoritative
enable-tftp
tftp-root=/var/lib/tftpboot/ltsp/i386
dhcp-boot=pxelinux.0

[/spoiler]

Di file diatas disesuaikan networknya dengan network server, karena server ltsp ini akan berfungsi sebagai DHCP. Selanjutnya kita akan membuat image yang akan di load ke client. Image ini nanti adalah os virtual yang akan tampil pada client dan berbeda dengan os yang ada di sistem server LTSP.

[spoiler intro=”Command” title=”Image Client”]

ltsp-update-image --cleanup /

[/spoiler]

Terakhir adalah membuat konfigurasi LTS (lts.conf). File ini adalah konfigurasi yang akan dipakai oleh tiap client. Perintahnya sebagai berikut:

[spoiler intro=”Comand” title=”LTS”]

ltsp-config lts.conf
nano /var/lib/tftpboot/ltsp/i386/lts.conf

[/spoiler]

Untuk konfigurasi DNS, tambahkan baris berikut di file tersebut:

[spoiler intro=”Editing” title=”LTS”]

DNS_SERVER="8.8.8.8 208.67.222.222"

[/spoiler]

Konfigurasi selesai, tinggal restart dnsmasq dengan perintah sudo /etc/init.d/dnsmasq restart. Lalu ujicoba boot client dengan menggunakan ehternet (boot from LAN). Selamat mencoba 🙂 \m/

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: