WEB PROXY

Fungsi utama dari web proxy adalah melakukan cache, membuat akses control, dan lain-lainnya. Cara kerja dari web proxy adalah ketika client melakukan HTTP request maka diarahkan ke proxy dan proxy terhubung ke server sebelum mengarahkan tujuan ke internet.

Fitur Web Proxy


Proxy dibedakan menjadi 2, yakni    :

  1. Transparant proxy dimana client tidak merasakan bahwa dia melewati proxy
  2. Non transparant proxy dimana dari sisi client harus di setting terlebih dahulu halaman web browsernya ke halaman yang dituju

Pada mikrotik, proxy mempunyai beberapa hal yang harus diperhatikan

  1. Media penyimpanan
  2. Regular HTTP proxy
  3. Transaparent proxy
  4. Access list
  5. Cache access list (objek mana yang boleh disimpan)
  6. Direct access list (koneksi mana yang diaskses secara langsung)
  7. Logging facility

TOPOLOGI

PC akan menjadi client (web proxy client)

  • Untuk menghidupkan proxy hanya dengan cara mencentang bagian enabled
  • Pada web proxy settings terdapat :: yangartinya semua kemudian ketika centang bagian anonymous artinya proxy bersifat transparant. Terdapat parent proxy yang fungsinya agar ketika kita membuat sebuah proxy yang terdistribusy maka parent proxy harus dituliskan. Default proxy adalah 3128 dan untuk bagian cache administrator untuk informasi contact admin.


  • Membuat IP web proxy


    Kondisi diatas proxy sudah bisa akan tetapi belum ada rules redirectnya, untuk itu digunakan firewall NAT dimana actionnya adalah redirect.


    Mengatur web proxy hanya untuk port 80


    Aksi dari web proxy adalah redirect ke port default dari proxy

  • Untuk melihat apakah proxy sudah bekerja bisa dicheck pada bagian status, jika sudah running maka artinya proxy sudah bekerja


    Menandakan bahwa proxy sudah bekerja

  • Untuk melihat koneksi yang masuk ke dalam web proxy dapat dilihat pada menu connections yang ada pada status


    Memastikan bahwa cache dari web proxy sudah berjalan


    List cache dari site yang sudah dibuka setelah mengaktifkan web proxy

  • Pada web proxy kita bisa mengakses control list, berikut adalah contoh dari ACL    :


    Membuat ACL dengan memilih menu access dan membuat rules yang akan dijalankan. Rules diatas fungsinya ketika client mengakses host yang didalamnnya terdapat .ui.ac.id maka dia akan di deny atau tidak diizinkan untuk mengakses


    Hasil dari rules sebelumnya


    Rules yang sama akan tetapi menggunakan fungsi redirect dimana ketika client mengakses host tersebut maka akan diarahkan ke site pcr.ac.id


    Rules agar host yang didalamnya terdapat kata bola akan dibatasi atau diberi aksi deny


    Hasil dari mengakses site dimana terdapat kata-kata bola didalam hostnya


    Rules dimana fungsinya men-deny semua hal yang berextension mp3


    Hasil dari mengakses site dimana extensionnya adalah .mp3

  • Melihat sudah berapa cache yang dipakai dapat dilihat pada bagian cache used di menu status


    Cache dari yang sudah dipakai pada web broxy


    Kumpulan dari rules yang ada pada web proxy


    Selain itu kita bisa langsung mengatur web proxy dari port lainnya


    Contoh dari web proxy dimana client tidak bisa mengakses web proxy 443

    Kesimpulan    :

    Akses control pada web proxy dapat dibedakan menjadi tiga yakni

  1. By name
  2. By keywords
  3. By extension

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.